Tampilkan postingan dengan label Etika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika. Tampilkan semua postingan

PENGARUH GAWAIAN TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL



Di Era tahun 2007an, memiliki ponsel, masih dianggap biasa-biasa saja, namun se-iring perkembangan zaman dan semakin canggihnya ponsel dengan beragam aplikasi-aplikasi pintarnya, kini mulai terasa pengaruhnya. Pengaruh positif, Ya, tetapi jangan sepelekan pengaruh negatifnya.

Saat ini, Banyak orang di dunia sudah terhubung satu sama lain bahkan sangat akrab di dunia maya dalam percakapan sehari-hari. Sementara di dunia nyata, semakin banyak yang saling mengacuhkan dan cenderung tidak perduli meski ada orang lain dihadapannya yang ingin mengajaknya bicara, Mereka lebih memilih bercengkrama dengan ponselnya.

Kalau di luar negeri seperti Inggris, Brasil, Amerika Selatan dan Tengah, Eropa, dan Asia Tenggara mereka memakai istilah 'Phubbing' yaitu tindakan memegang ponsel dalam lingkungan sosial dari dua, tiga orang seterusnya, yang kemudian lebih memilih berinteraksi dengan ponsel itu ketimbang orang-orang dalam lingkungan tersebut.

Mungkin saatnya nanti, ditengah kekhawatiran kita semakin meninggi, akan lahir tata krama atau etika yang tidak tertulis dalam kitab UU, bahwa tindakan memegang ponsel atau lebih memilih berinteraksi dengan ponselnya ketika sedang diajak bicara, maka dianggap pelanggaran atau tidak sopan?

Kalau mau bicara jujur, dilingkungan keluarga anda sebenarnya sudah terjadi fenomena tersebut, coba saja panggil anak anda, boro-boro nengok, asyiiiik saja dengan gawaian (ponsel pintarnya), betul apa betul? (AB)

abunawarbima@gmail.com

MAHASISWA KAPANYEKAN ISLAM DAMAI DAN TOLERAN


Sekitar 200 mahasiswa dari 78 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia menghadiri Kemah Perdamaian di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) guna menyosialisasikan dan mengampanyekan praktek-praktek Islam yang damai dan toleran.

Kegiatan yang diberi nama Youth Camp for Peace Leaders 2018 berlangsung 21 s/d 25 Januari. "Ini kalian semua merupakan kekuatan yang luar biasa untuk kemajuan bangsa," kata Gubernur NTB, KH. Muhammad Zainul Majdi saat membuka Kemah Perdamaian tersebut di Pantai Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Senin (21/1).

Gubernur pada kesempatan tersebut mengatakan, jangan percaya kalau ada siapapun yang mengatakan, anak-anak muda itu biang kerok masalah. "Jangan percaya, karena sejarah tidak bicara seperti itu," katanya.

Majdi mengatakan, sebelum kemerdekaan 1945 justru para Pemuda-lah yang menjadi pelopor untuk memprovokasi dan mendorong Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamirkan Indonesia Merdeka.

"Untuk Indonesia anak-anak muda itu solusi, untuk Indonesia anak-anak muda itu harapan, dan untuk Indonesia anak-anak muda adalah kejayaan di masa yang akan datang," ujarnya.

Direktur Nusatenggara Centre Mataram, Suprapto mengatakan, 200 mahasiswa tersebut adalah mereka yang terseleksi secara ketat dari 2.650 mahasiswa pendaftar.

Mereka adalah para mahasiswa semester tiga dan lima dari berbagai Perguruan Tinggi seperti, Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan Perguruan Tinggi Swasta yang ada di NTB.

Dikatakannya, melalui Kemah Perdamaian para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan tentang nilai-nilai toleransi, perdamaian, bahaya konflik dan pencegahan kekerasan, ekstrimisme khususnya di kalangan mahasiswa,

Selain itu juga untuk membangun kesadaran dan kerja sama lintas organisasi, dan komunitas khususnya di kalangan mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. "Tujuannya untuk melawan paham serta perilaku yang berorientasi pada radikalisme, kekerasan serta ekstrimisme," katanya.

Ketua Panitya Kemah Perdamain, Lukman Hakim mengatakan, selama kegiatan para peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari Majelis Harmoni, kunjungan lapangan menyasar ke sejumlah lokasi seperti gereja, pura, vihara, museum, masjid tua Bayan Beleq, pondok pesantren, outbond serta pentas budaya yang harapannya mengakomodir seni daerah menurut asal para peserta (OL-3) - MI.

JUJUR BIKIN KITA MUJUR

Jujur untuk mengungkapkan apa adanya tanpa harus menutupinya oleh alasan apapun, termasuk alasan dan ketakutan akan rasa malu karena harus menanggung resiko dari kejujuran. Satu diantara sekian resiko kejujuran adalah menerima kenyataan “pahit” yang harus ditanggung oleh para pelaku kejujuran. Tidak berarti bahwa setiap kejujuran itu harus dibayar dengan harga “pahit”, banyak orang kemudian dimuliakan dan mendapatkan tempat terhormat karena kejujurannya.

Terkadang, demi status sosial, gengsi dan ego maka sebagian orang mencari jalan pintas untuk lebih memilih berbohong daripada mengungkapkan sebuah kejujuran. Jujur sangat identik dengan kebenaran. Mengungkapkan kejujuran sama halnya mengungkapkan kebenaran. Sebaliknya, kebohongan atau dusta itu identik dengan bermuka dua ibarat pepatah, “musang berbulu domba”.

Ketika dihadapkan pilihan antara jujur atau prestasi, secara pragmatis pilihannya adalah prestasi. Mengapa ? karena dengan prestasi seseorang punya “status sosial”, pujian sebagai pelajar terbaik walau harus nyontek, punya rumah mewah dari hasil korupsi, gelar doktor hingga professor dengan cara plagiat. Semua itu seakan prestasi, namun prestasi yang diperoleh dengan cara mengabaikan kejujuran.

Pudarnya pesona kejujuran demi prestasi berbalut dusta, tentu menjadi aib bagi siapapun yang melakukannya.Salah satu pepatah arab menyebutkan “al-maru’ makhbu’un tahta lisanihi” artinya pribadi seseorang itu akan tampak apabila ia berbicara, apabila terucap perkataan yang baik dari lisannya maka baiklah ia, begitu pula sebaliknya.

Refleksi terhadap realitas masyarakat pada saat ini, dimana begitu mudahnya mereka mengobral janji dan perkataan, tanpa memahami makna dari sebuah perkataan. Manusia pada saat ini berlomba-lomba dalam mencapai kebutuhan duniawinya dengan menempuh berbagai macam cara, termasuk diantaranya dengan jalan berdusta. 


Seorang wartawan misalnya, yang menyebarkan berita yang tidak benar alias kabar dusta, dengan tujuan beritanya laku dikonsumsi khalayak ramai, begitu juga dengan seorang politikus, yang tak henti-hentinya mengobral janji-janji dusta, guna menarik simpati dan dukungan dari masyarakat, atau bahkan memfitnah guna menjatuhkan lawan politiknya, begitu juga halnya dengan pedagang, yang bermain curang dalam takarannya, yang kemudian bermain harga hanya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Seorang ahli hikmah mengatakan: “perkataan orang berakal bermula dari hatinya, sedang perkataan orang yang jahil berawal dari lisannya dan berbicara sesuka hatinya”. Artinya, orang cerdas tentulah akan berfikir terdahulu dalam berbicara, dan sesuai dengan kata hatinya karena fitrah dari hati manusia adalah kebajikan, sebaliknya orang yang bodoh itu tidak berfikir dalam berbicara sehingga perkataan yang keluar dari mulutnya hanya omong kosong belaka.Simpulannya adalah hanya orang bodoh yang berkata dusta, sedangkan orang yang menyadari kecerdasannya tentu adalah orang-orang yang jujur.

Ungkapan bijak lainnya mengisyaratkan bahwa“Apabila engkau duduk bersama orang yang bodoh maka diamlah, karena diammu akan menambah kesabaran, sedangkan apabila engkau duduk bersama orang berilmu maka bicaralah, karena bicaramu akan mendatangkan ilmu”. Sebagai seorang muslim atau orang beragama, tentu kita harus bisa memposisikan diri, ada kalanya kita harus diam, dan ada kalanya pula kita harus berbicara “likulli maqamin maqalun wa likulli maqalin maqamun” begitulah pepatah arab mengatakan.

Kejujuran... sering diibaratkan sebagai mata uang yang akan berlaku dimanapun tempat, yang tidak terbatasi oleh ruang, wilayah, Negara bahkan oleh waktu, karena bernilai dan memang dibutuhkan. Kejujuran...sama halnya kebenaran... acap kali sering terdesak oleh kuatnya ambisi kekuasaan dan pengaruh duniawi, namun dapat diyakini bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak akan pernah dapat dimusnahkan/termusnahkan. Bahkan orang yang berbuat salah dan dosa sekalipun akan dianggap benar, karena kejujurannya mau mengakui semua kesalahan yang diperbuat.

  • Orang yang tidak jujur bahwa dirinya awam... maka ia tidak akan pernah mendapatkan hidayah, untuk sadar dan mau belajar sehingga ia menjadi pandai.
  • Orang yang tidak jujur bahwa dirinya masih lemah... maka ia tidak akan mendapat hidayah sehingga ia tidak pernah berupaya untuk menjadikan dirinya lebih kuat.
  • Orang yang tidak jujur bahwa dirinya telah berbuat salah... hanya untuk menutupi ambisi dan kekuasaan duniawi..., maka selamanya ia tidak akan pernah memperbaiki diri... dan betapa ruginya orang yang seperti ini.
Itulah sedikit contoh... betapa meruginya orang yang tidak jujur dalam kehidupannya.
Berani jujur itu hebat, maka katakanlah dengan jujur walau terasa amat pahit. Ibarat obat, terkadang semakin obat itu pahit, maka semakin manjur menyembuhkan penyakit. Kejujuran akan menyembuhkan dari segala bentuk penyakit hati, kemunafikan, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya, Semoga...! 
Sekian, semoga bermanfaat.


PENDIDIKAN KARAKTER SANGAT DIPERLUKAN


Keterangan Foto: (Kiri) Bpk. M. Saleh Yusuf alias Bang Alan, Pejuang Pendidikan sekaligus Pendidi Sekolah Gratis MIS Darul Ulum Tololai Bima. (Kanan) Ir. Sutarman H. Masrun, MM, Pendiri Kosambo dan sejumlah anak-anak pada acara 'Lomba Membaca puisi dan Menggambar Anak-anak se Kota Bima 2016' dalam Rangka memperingati Hari Guru Nasional bersama Komunitas Salaja Mbojo (KOSAMBO).
***
DALAM dua dasawarsa terahir ini, Bangsa Indonesia dilanda krisis karakter, Terbukti, banyaknya pemimpin bangsa, baik anggota legislatif, eksekutif, maupun penegak hukum yang tersandung kasus korupsi. Padahal, mereka semestinya menjadi anutan bagi masyarakat. "sangat memprihatinkan.”

Barangkali ini adalah kesalahan pendidikan di Indonesia yang memprioritaskan aspek intelektual dan keterampilan, bukan sikap dan karakter, karena banyak sekolah yang hanya mengejar 100% lulus ujian nasional tetapi cenderung mengabaikan pendidikan karakter.

Sudah saatnya para pemangku dunia pendidikan Indonesia, mengedepankan pembentukan karakter atau budi pekerti sehingga siswa tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga cerdas spiritual dan emosional.

"Melalui pendidikan karakter, akan menghasilkan generasi yang siap berkontribusi bagi pembangunan, khususnya aspek sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang intelektual dan keterampilan juga memiliki sikap, karakter, budi pekerti yang luhur, religius dan sikap sosial yang baik.

#Sutarmanjoy #Kosambo #Hijrah #Bima
www.sutarmanjoy.com

RAMADHAN PENUH KEBERKAHAN


Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa karena hari ini kita memasuki awal Ramadhan 1438 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat, dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh orang yang beriman untuk melaksanakan ibadah shaum, sebagaimana firman-Nya dalam QS al-Baqarah [2] ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Di bulan ini pula, Allah SWT menurunkan Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia, dan terutama bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang hidupnya ingin meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah [2] ayat 185: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)."

Pun, di bulan ini, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan diikat serta dirantai setan-setan (sehingga sulit menggoda dan mengganggu orang yang berpuasa). Di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Akan tetapi, barang siapa yang terhalang mendapatkan kebaikan di bulan ini, maka sungguh merugilah ia. (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah).

Disebut dengan bulan penuh berkah karena terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. Allah berjanji akan mengampuni dosa-dosa orang yang bersalah bila mereka segera bertobat dan memohon ampunan Allah. Allah akan mengabulkan segala permohonan, bilamana hamba-hamba-Nya mau meminta dan berdoa kepada Allah. Selain itu, Allah juga akan melipatgandakan nilai ibadah hamba-Nya pada bulan Ramadhan ini. Bahkan, ibadah sunah bernilai wajib pada bulan Ramadhan ini. (HR Ibnu Khuzaimah).

Itulah beberapa keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Dan, kerugianlah bagi orang-orang yang tidak mendapat apa-apa selama bulan Ramadhan. "Berapa banyak orang yang berpuasa, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali hanya sekadar lapar dan haus." (Shahih al-Jami', jilid III/174).

Oleh karena itu, mari kita masuki bulan Ramadhan ini dengan penuh sukacita karena ingin meraih keberkahan dan keutamaan dari Allah SWT. Mari kita bulatkan tekad dan niat untuk melaksanakan ibadah shaum dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. "Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan serta ketulusan, niscaya Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'alaih).

Shaum bagi orang yang beriman bukanlah semata-mata menahan diri untuk tidak makan dan minum pada siang hari. Akan tetapi, lebih jauh dari itu, menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan, tindakan, dan ucapan yang tidak ada manfaatnya sehingga kita akan menjadi orang yang produktif dan aktif dalam menebarkan kebaikan di tengah-tengah kehidupan kita.

Selamat menunaikan ibadah shaum, semoga keberkahan akan terlimpah dan tercurah kepada kita semuanya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Sumber: Prof Dr Nasaruddin Umar

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA