Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

INISIATOR PROGRAM SABANG MERAUKE


INDONESIA saat ini sedang darurat intoleransi maka benih-benih intoleransi harus segera disudahi agar kehidupan dapat berjalan normal sebelum terjadi konflik memecah belah bangsa. Hal itulah yang menginspirasi Ayu Kartika Dewi bersama teman-temannya membuat sebuah program 'Sabang Merauke' yaitu program pendidikan pertukaran pelajar antardaerah guna menanamkan kembali nilai-nilai toleransi.

Ayu mengaku tidak memiliki data sejak kapan bibit-bibit intoleransi itu muncul. Tapi jauh sebelum terjadi seperti pilkada atau misalnya pilpres yang kini semakin panas. “Pada tahun 1998 adalah potret kejadian yang mengerikan dari sebuah intoleransi, saat itu rakyat sesama bangsa dibakar, dibuat agar dibenci, difitnah agar yang tidak sepaham marah, membunuh, memperkosa mereka yang berbeda, sungguh menyeramkan dan menakutkan,” imbuhnya.

Trauma atas kejadian tersebut, kita harus melakukan sesuatu agar tidak terjadi lagi dan saya percaya bahwa dalam hidup kita harus punya keberanian untuk melakukan apa yang bisa dilakukan. Saya pernah jadi guru SD di Maluku Utara 11 tahun lalu atau setelah kerusuhan di sana selesai, tapi saya masih melihat bahwa bekas-bekas kerusuhan itu masih ada, kekeluargaan ditengah masyarakat masih tersekat-sekat, ada desa Islam, desa Kristen dan masih banyak prasangka satu sama lain. “saya berdiskusi dengan teman-teman untuk melakukan sesuatu.” ucap Ayu.

Kalau mau cari tujuan hidup, maka carilah dua hal, yaitu apa yang kita cintai dan apa yang membuat kita marah. Kalau kita tahu apa yang kita cintai, kita akan melakukan sesuatu yang terbaik pada orang yang kita cintai dan kalau kita tahu yang membuat kita marah, maka kita akan melakukan perubahan atau menghentikan apa yang membuat kita marah, “Inisiasi membuat Sabang Merauke, karena saya marah dengan intoleransi dan marah melihat anak kecil yang seharusnya masih murni tanpa prasangka tapi bisa punya kebencian sama orang yang tidak sefaham dengannya.’ Katanya.

Program Sabang Merauke, sudah berjalan 6 tahun dengan total peserta 400-an orang lebih, kalau relawan sudah ribuan yang sudah bergabung. Kami juga berkolaborasi dengan beberapa content creator untuk membuat video dan beberapa waktu lalu kita sudah menerbitkan buku anak-anak, yang terinspirasi dari cerita anak Sabang Merauke.

Banyak hal positif yang bisa didapatkan dalam kegiatan Sabang Merauke, salah satunya adalah mempertemukan orang-orang yang tidak sepaham. “Orang, kalau sudah berjumpa maka dinding-dinding prasangka akan runtuh jadi sangat penting mempertemukan mereka agar prasangka negatif menjadi positif dan ternyata... ternyata mereka tidaklah sejahat yang dibayangkan, ternyata orang Kristen tidak jahat seperti yang dibayangkan, ternyata orang Islam tidak mengerikan seperti yang digembar-gemborkan, tapi yang pasti, begitu banyak ternyatanya, pungkas Ayu. (AB).
#Inspirasi #SabangMerauke
***

VANISHA AMELIA, CIPTAKAN CAMILA DARI BONGGOL PISANG


VANISHA Amelia dibantu dua rekannya Latifatul Fadhilah dan Niken Ariningtyas melakukan riset bonggol pisang selama kurang lebih dua pekan. Hasil riset yang mereka lakukan, selain mengandung karbohidrat setara nasi, bonggol pisang juga kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan.

Agar bisa diolah menjadi panganan layak konsumsi, bonggol pisang harus diiris tipis terlebih dahulu. Setelah itu, irisan tersebut dicuci bersih dan direndam dalam air kapur.

Perendaman ini untuk menghilangkan getah yang masih menempel pada bonggol pisang. Setelah direndam, irisan bonggol kembali dicuci dan dikukus. Baru, kemudian digoreng dan diberi bumbu sesuai selera. "Ini sudah kami lakukan riset dan dipastikan aman untuk dikonsumsi," imbuhnya.

Camilan yang diberi nama Tera Bonggol Pisang ini diklaim memiliki tekstur yang unik. Meskipun melalui proses penggorengan, namun camilan ini tidak renyah dan tetap mempunyai tekstur kenyal.

Kreasi siswa ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala Sekolah MAN 1 Tulungagung Sugeng Riyadi mendukung penuh setiap riset yang dilakukan siswanya, bahkan akan membantu pengembagan riset tersebut.

"Seperti camilan ini, kami akan membantu untuk bisa dipasarkan, minimal di sekolah sendiri sehingga bisa menjadi tambahan saku bagi siswanya," ujar Sugeng.(OL-5)

Sumber: Media Indonesia
#Inspiratif #Creatif
***

INSPIRASI BAGIMU ANAK NEGERI




NEGERI ini adalah negeri pertanian, sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, namun ironisnya, nasib para petani justru terabaikan hingga terpasung dalam hidup yang tidak berkecukupan. Alhamdulillah, diantara sekian banyak anak keluarga petani, ada yang tanpa kenal lelah, terus berjuang mempertaruhkan cita-cita tinggi, meski hanya bermodalkan semangat juang tetapi Ia mampu meraih prestasi gemilang, salah satunya adalah Heni Sri Sundani.

Heni yang membekali dirinya dengan semanagat juang, kuliah di Universitas Saint Mary Hong Kong, Jurusan Manajemen Kewirausahaan, hingga lulus dengan predikat cum laude pada 2013. Seusai menggenggam gelar sarjana, ia pulang kembali ke tanah kelahirannya di Rancatapen, Ciamis, Jawa Barat.

Tidak ingin desanya terus terpuruk, Heni tidak tinggal diam, dengan berbekal lebih dari tiga ribu buku yang dibeli di Hong Kong, ia kemudian mendirikan perpustakaan di rumahnya. Kehadiran perpustakaan tersebut menumbuhkan minat baca warga sekitar. “Semangat saya kian menggebu seiring minat baca warga kian tumbuh, karena ia yakin dengan minat membaca, akan melahirkan anak-anak negeri yang pintar”. ucap Heni.

Belakangan muncul tantangan baru setelah Heni menikah dengan Aditia Ginantaka yang mengharuskan Ia pindah ke Bogor dan tinggal bersama suami disana. Heni kembali mendapati kenyataan, sebagian besar warga di sekitar tempat tinggalnya bermata pencarian sebagai buruh tani, pengojek, buruh kasar, dan asisten rumah tangga, imbuh Heni.

Yang bikin miris kata Heni, warga sekitar memanfaatkan selokan untuk MCK (mandi, cuci, dan kakus). Melihat kondisi tersebut, ia berdiskusi dengan suami untuk mencari solusi membantu mereka, hingga lahirlah Gerakan Anak Petani Cerdas (GAPC), sebuah gerakan pendidikan dan pendampingan belajar kepada anak petani miskin.

GAPC mengajarkan tiga aspek pelajaran dasar, yakni kemampuan linguistik, kemampuan bahasa asing, kemampuan literasi, dan kemampuan logika serta membekali mereka kemampuan dibidang komputer, pertanian, peternakan, perkebunan, dan bahasa daerah.

Kiprah GAPC semakin diminati, awalnya hanya mendidik 15 siswa di Kampung Sasak, Desa Jampang, Bogor. Kini GAPC tersebar di lebih dari 11 kampung dengan peserta 2 ribu anak, mulai anak petani, anak asisten rumah tangga, anak TKI, anak pengojek, sampai pemulung. juga memberdayakan istri-istri petani memproduksi anyaman keset yang berasal dari limbah perca pabrik boneka. Penerima manfaat dari seluruh program ini mencapai lebih dari 150 ribu orang dari Aceh hingga Papua, yaitu anak petani, janda-janda, dan ibu-ibu.

GAPC mengandalkan dana dari kebaikan para donatur dengan cara membuka kesempatan donatur dengan cara berinvestasi di hewan kurban atau investasi tambak ikan lele dengan sistem bagi hasil di kisaran petani: 50%, investor: 40%, komunitas: 10%, dan memberdayakan 100 petani di Bogor, Lombok, Tasikmalaya, Banjar, dan Ciamis.

Ingin mengetahui lebih lengkap Sosok Heni dan sosok inspiratif lainnya, silakan saksikan MetroTV dalam acara Big Circle, Dream Big Make an Impact dalam episode Harmoni Bisnis dan Alam yang akan ditayakan pada Minggu, 14 Oktober 2018, pukul 19.05-20.00 WIB. (H-2)

Sumber: Media Indonesia
Post by IG @abunawars
Foto: Instagram @henisrisundani
Facebook Heni : Heni Sri Sundani Jaladara
#Inspirasi

FA AINA TADZHABUN?


Menarik untuk disimak sebuah pertanyaan Tuhan di dalam ayat Alquran, Fa Aina Tadzhabun? (Maka kalian mau ke mana?) (QS al-Takwir/81:26). Ayat itu tampil berdiri sendiri mengingatkan visi dan misi kehidupan kita, untuk apa kita lahir? Ke mana kita akan pergi? Apa tujuan hidup kita? Bekal apa yang harus disiapkan di dalam menjalani perjalanan hidup ini? Berapa lama kita akan hidup? Apa tanggung jawab di balik kehidupan ini? Terlalu banyak muatan makna pertanyaan Tuhan di dalam ayat pendek tersebut. Ayat tersebut menyentak kita untuk mempertanyakan dan menyadarkan kita di dalam menjalani sisa-sisa perjalanan hidup kita.

Jika ada pertanyaan tanpa jawaban di dalam Alquran, itu menunjukkan adanya jawaban penting yang harus ditanggapi. Kehidupan yang tersisa ini seharusnya kita jalani dengan visi dan tujuan yang jelas supaya kita tidak termasuk orang yang amat merugi di kemudian hari. Alangkah ruginya kalau kehidupan kita ini sama saja dengan kehidupan kita dengan masa lalu.

Ayat di atas seolah memberikan energi batin bagi kita untuk berubah (shifting). Bagaimana agar kualitas hidup kita hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari-hari masa depan kita lebih baik daripada hari ini. Hadis Nabi mengingatkan alangkah ruginya seseorang jika hidupnya hari ini sama saja dengan hari kemarin. Lebih rugi lagi jika hidupnya hari ini lebih buruk daripada hari kemarin. Tidak ada kata terlambat untuk mengevaluasi diri kita untuk merencanakan kualitas hidup lebih baik daripada hari kemarin, hari ini, dan hari-hari berikutnya.

Pertanyaan menarik itu bukan hanya penting dihayati secara individu, melainkan juga untuk keluarga, masyarakat, dan kita semua sebagai warga bangsa/negara karena ayat tersebut menggunakan lafaz jamak (tadzhabun). Jadi yang perlu mendapatkan direction kehidupan bukan hanya diri sendiri, melainkan juga keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Yang akan celaka bila tidak menjalani tata kelola kehidupan ini bukan hanya orang perorangan, melainkan juga anggota masyarakat dan bangsa atau negara.

Sejalan dengan ayat di atas, ada ayat lain mengingatkan, Likulli ummatin ajal, fa idza jaa ajaluhum la yasta’khiruna sa’atan wa la yastaqdimun (Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajal mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya (QS al-A’raf/7:34). Orang, keluarga, masyarakat, negara, rezim atau orde, yang tidak memiliki visi, misi, dan tujuan hidup yang jelas dikhawatirkan ajalnya akan tiba lebih awal. Khusus untuk ajal suatu masyarakat, Ibnu Khaldun pernah mengingatkan kepada kita terhadap empat generasi yang akan menentukan cepat atau lambatnya ajal masyarakat itu tiba, yaitu, pertama generasi perintis, kedua generasi pembangun, ketiga generasi penikmat, dan keempat generasi penghancur.

Setelah itu, muncul lagi generasi baru yang akan merintis, membangun, menikmati, dan selanjutnya kembali menghancurkan. Demikianlah seterusnya, sejarah selalu berulang. Alquran menayangkan beberapa contoh yang menunjukkan betapa riskannya ajal sebuah generasi. Terkadang individu yang memiliki perencanaan yang matang di dalam menjalani kehidupannya lebih panjang ajalnya daripada ajal masyarakatnya. Di antara generasi bangsa Indonesia banyak sekali yang pernah merasakan beberapa pergantian generasi (orde). Ada yang pernah menyaksikan tibanya ajal penjajahan Jepang, Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru. Terkadang umur individu kita lebih panjang daripada umur masyarakat atau rezim kita.

Sebaliknya, ada juga suatu komunitas lebih panjang usia kemasyarakatannya bila dibandingkan dengan usia individunya. Boleh jadi ada sebuah individu berkali-kali mati sebagai masyarakat atau rezim tetapi tetap tegar sebagai individu. Idealnya usia individu, keluarga, masyarakat, dan bangsa/negara/rezim sama-sama awet dalam kehidupan yang ideal, sebagaimana ditegaskan di dalam cita-cita bangsa yang tertuang di dalam Preambul UUD 1945.

Dalam tahun atau bulan-bulan politik seperti tahun mendatang seharusnya kita semua wawas diri sambil memohon petunjuk Tuhan Yang Mahakuasa agar kita semua, baik sebagai individu, keluarga, masyarakat, maupun sebagai warga bangsa/negara, tetap berada di dalam lindungan Tuhan Yang Mahakuasa. Semoga kita semua tetap berada dalam suasana stabil, makmur, tenang, dan bahagia.

Penulis: Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Foto: Ilustrasi Abunawar Bima
Sumber: MI.

JUJUR BIKIN KITA MUJUR

Jujur untuk mengungkapkan apa adanya tanpa harus menutupinya oleh alasan apapun, termasuk alasan dan ketakutan akan rasa malu karena harus menanggung resiko dari kejujuran. Satu diantara sekian resiko kejujuran adalah menerima kenyataan “pahit” yang harus ditanggung oleh para pelaku kejujuran. Tidak berarti bahwa setiap kejujuran itu harus dibayar dengan harga “pahit”, banyak orang kemudian dimuliakan dan mendapatkan tempat terhormat karena kejujurannya.

Terkadang, demi status sosial, gengsi dan ego maka sebagian orang mencari jalan pintas untuk lebih memilih berbohong daripada mengungkapkan sebuah kejujuran. Jujur sangat identik dengan kebenaran. Mengungkapkan kejujuran sama halnya mengungkapkan kebenaran. Sebaliknya, kebohongan atau dusta itu identik dengan bermuka dua ibarat pepatah, “musang berbulu domba”.

Ketika dihadapkan pilihan antara jujur atau prestasi, secara pragmatis pilihannya adalah prestasi. Mengapa ? karena dengan prestasi seseorang punya “status sosial”, pujian sebagai pelajar terbaik walau harus nyontek, punya rumah mewah dari hasil korupsi, gelar doktor hingga professor dengan cara plagiat. Semua itu seakan prestasi, namun prestasi yang diperoleh dengan cara mengabaikan kejujuran.

Pudarnya pesona kejujuran demi prestasi berbalut dusta, tentu menjadi aib bagi siapapun yang melakukannya.Salah satu pepatah arab menyebutkan “al-maru’ makhbu’un tahta lisanihi” artinya pribadi seseorang itu akan tampak apabila ia berbicara, apabila terucap perkataan yang baik dari lisannya maka baiklah ia, begitu pula sebaliknya.

Refleksi terhadap realitas masyarakat pada saat ini, dimana begitu mudahnya mereka mengobral janji dan perkataan, tanpa memahami makna dari sebuah perkataan. Manusia pada saat ini berlomba-lomba dalam mencapai kebutuhan duniawinya dengan menempuh berbagai macam cara, termasuk diantaranya dengan jalan berdusta. 


Seorang wartawan misalnya, yang menyebarkan berita yang tidak benar alias kabar dusta, dengan tujuan beritanya laku dikonsumsi khalayak ramai, begitu juga dengan seorang politikus, yang tak henti-hentinya mengobral janji-janji dusta, guna menarik simpati dan dukungan dari masyarakat, atau bahkan memfitnah guna menjatuhkan lawan politiknya, begitu juga halnya dengan pedagang, yang bermain curang dalam takarannya, yang kemudian bermain harga hanya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Seorang ahli hikmah mengatakan: “perkataan orang berakal bermula dari hatinya, sedang perkataan orang yang jahil berawal dari lisannya dan berbicara sesuka hatinya”. Artinya, orang cerdas tentulah akan berfikir terdahulu dalam berbicara, dan sesuai dengan kata hatinya karena fitrah dari hati manusia adalah kebajikan, sebaliknya orang yang bodoh itu tidak berfikir dalam berbicara sehingga perkataan yang keluar dari mulutnya hanya omong kosong belaka.Simpulannya adalah hanya orang bodoh yang berkata dusta, sedangkan orang yang menyadari kecerdasannya tentu adalah orang-orang yang jujur.

Ungkapan bijak lainnya mengisyaratkan bahwa“Apabila engkau duduk bersama orang yang bodoh maka diamlah, karena diammu akan menambah kesabaran, sedangkan apabila engkau duduk bersama orang berilmu maka bicaralah, karena bicaramu akan mendatangkan ilmu”. Sebagai seorang muslim atau orang beragama, tentu kita harus bisa memposisikan diri, ada kalanya kita harus diam, dan ada kalanya pula kita harus berbicara “likulli maqamin maqalun wa likulli maqalin maqamun” begitulah pepatah arab mengatakan.

Kejujuran... sering diibaratkan sebagai mata uang yang akan berlaku dimanapun tempat, yang tidak terbatasi oleh ruang, wilayah, Negara bahkan oleh waktu, karena bernilai dan memang dibutuhkan. Kejujuran...sama halnya kebenaran... acap kali sering terdesak oleh kuatnya ambisi kekuasaan dan pengaruh duniawi, namun dapat diyakini bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak akan pernah dapat dimusnahkan/termusnahkan. Bahkan orang yang berbuat salah dan dosa sekalipun akan dianggap benar, karena kejujurannya mau mengakui semua kesalahan yang diperbuat.

  • Orang yang tidak jujur bahwa dirinya awam... maka ia tidak akan pernah mendapatkan hidayah, untuk sadar dan mau belajar sehingga ia menjadi pandai.
  • Orang yang tidak jujur bahwa dirinya masih lemah... maka ia tidak akan mendapat hidayah sehingga ia tidak pernah berupaya untuk menjadikan dirinya lebih kuat.
  • Orang yang tidak jujur bahwa dirinya telah berbuat salah... hanya untuk menutupi ambisi dan kekuasaan duniawi..., maka selamanya ia tidak akan pernah memperbaiki diri... dan betapa ruginya orang yang seperti ini.
Itulah sedikit contoh... betapa meruginya orang yang tidak jujur dalam kehidupannya.
Berani jujur itu hebat, maka katakanlah dengan jujur walau terasa amat pahit. Ibarat obat, terkadang semakin obat itu pahit, maka semakin manjur menyembuhkan penyakit. Kejujuran akan menyembuhkan dari segala bentuk penyakit hati, kemunafikan, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya, Semoga...! 
Sekian, semoga bermanfaat.


DIBALIK KESULITAN, PASTI ADA KEMUDAHAN


Sering kali diantara kita lupa bahwa ujian itu datangnya dari Allah SWT dan hanya Allahlah yang akan memberikan jalan keluarnya, bahkan Allah sudah meyakinkannya dalam Al Qur’an di dua ayat 5 dan 6 surat Al Insyirah (94): “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (5). Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6).”

Allah sampai mengulang dua kali ayat tersebut. Hal ini merupakan sebuah penegasan akan janji-janji-Nya bahwa sesungguhnya janji Allah selalu nyata. Tetapi dalam menghadapi setiap kesulitan, tidak lantas kita hanya menanti dan menanti hingga datangnya kemudahan. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan dan jangan sampai terlupakan dalam penantian tersebut, yaitu sebagai berikut:


1. Berdoa
Kesulitan yang dialami adalah atas dasar kehendak Allah, untuk itu hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusa dan hanya kepada Allahlah kita bisa memohon dimudahkan dengan cara berdoa. Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS: Gafir 40:60)

2. Shalat
Shalat adalah bentuk ibadah dimana setiap gerakan dan bacaannya adalah doa. Ada bentuk komunikasi yang tercipta antara hamba dengan Tuhannya, dalam sholat kita bisa curhat, menceritakan setiap keluh kesah yang ada. Tapi jangan hanya saat kesulitan saja mengerjakan sholat, dalam keadaan apapun sholat wajib dikerjakan, bahkan kalau bisa ditambah dengan sholat-sholat sunnah, karena sesungguhnya sholat adalah tiang agama, jika tiangnya kokoh maka bangunan ibadah lainnya semoga ikut baik. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan sholat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS: Al Baqarah 2:45)

3.Sabar
Sabar tak ada batasnya, sabar tak mengenal batas waktu dan bersabarlah hingga Allah menetapkan ketetapan terbaiknya, hingga Allah memperlihatkan jalan keluar setiap ujian, kemudahan dari kesulitan. “Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun,(48) dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).” (49) (QS At Tur 52:48-49)

4.Ikhtiar
Dalam menghadapi kesulitan bukan berarti hanya menanti turunnya hujan dari langit, hanya berharap tiba-tiba terselesaikan. Perlu adanya ikhtiar semaksimal mungkin untuk menghadapi setiap masalah, untuk menyelesaikannya. “...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...” (QS: Ar Ra’d 13:11)

5.Tawakal
Tawakal adalah berserah diri kepada Allah. Setelah melakukan usaha sebaik dan semaksimal mungkin, karena hanya Allahlah yang akan memberikan hasil terbaik dari setiap ikhtiar yang dibarengi dengan doa, sabar dan sholat. “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu selain itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS: Al Imran 3:160)

Terkadang kegembiraan berbarengan dengan kesedihan, Penantian harus bersahabat dengan sabar saat menggapai tujuan. Kita tak pernah tahu yang terjadi atas kehendak-Nya,  tetapi yakinlah akan janji Allah SWT, “Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan” InsyaAllah.

Sumber: Ummi

RAHASIA DARI BALIK KEGAGALAN



Kegagalan adalah sebuah kata yang memang paling tidak enak didengar apalagi harus merasakannya, akan tetapi dibalik kegagalan itu sesungguhnya ada hikmah yang tersembunyi dan hanya orang yang berjiwa besar yang mampu menyingkapnya. Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari beragam kegagalan, asalkan hati jernih menerima dan menyikapinya, sesungguhnya kegagalan adalah kunci sukses untuk meraih keberhasilan.

Kegagalan adalah sebuah peluang, agar kita senantiasa mencoba dan terus mencoba tanpa mengenal lelah serta putus asa. Seorang bayi yang baru mulai belajar berjalan, ia akan tertatih-tatih dan jatuh bangun. Jika ia jatuh dan takut untuk bangkit lagi, mungkin ia selamanya akan lumpuh dan tidak bisa berjalan.

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Semakin banyak gagal, semakin mendekati kesuksesan. Kegagalah bukanlah musuh, ia adalah guru bijak yang mengajarkan banyak hal tentang hidup dan kehidupan, karena Ia senantiasa bercerita tentang indahnya perjuangan dan nikmatnya buah yang akan dipetik. Bergurulah pada kegagalan, karena kelak kesuksesan menjadi gelar kelulusan.

Kegagalan adalah bukti bahwa kita telah berbuat sesuatu, hanya saja belum mendapatkan hasil sesuai harapan, besok atau lusa, semua itu pasti akan ada dalam genggaman. Bukankah bulan sabit yang berangsur-angsur menjadi purnama hingga memancarkan cahaya benderang. Itu semua adalah pasti, Maka... Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal pada usaha yang kita tekuni, selagi kita mencoba dan terus mencoba, pasti ada kemudahan.

Kegagalan adalah lobang kecil yang terus mengganggu, teruslah berjalan dan jangan pernah berhenti pada satu jalan yang tertutup karena masih ada seribu jalan terbuka lainnya untuk melangkah. Hanya mereka yang berani gagal yang akan mampu meraih kesuksesan. Orang yang hebat bukan berarti tidak pernah jatuh, Ia sering jatuh, tapi ia bangkit kembali untuk terus mencoba hingga meraih kesuksesan.

Mencoba memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun... jika tidak dicoba maka anda akan semakin jauh tertinggalkan “Urusan yang ringan dimata orang kerdil akan tampak berat, Sedangkan urusan yang berat dimata orang berjiwa besar akan tampak ringan”. Dan ketahuilah “Dibalik kesusahan, pasti ada jalan menggapai kemudahan”, Semoga bermanfaat, Aamiin.


MENGATASI PEREDARAN NARKOBA



Nabi Muhammad Saw. bersabda, “كاد الفقر أن يكون كفرا" (Hampir saja kemiskinan membawa orang pada kekufuran). Dampak sosial yang terasa dari akibat merosotnya kesejahteraan ekonomi salah satunya adalah beredarnya Narkoba yang akhir-akhir ini marak di Bima.

Khususnya jenis tramadol, Gejala ini tidak bisa semata-mata dilihat dari segi merosotnya moralitas masyarakat.Tapi akar persoalan adalah kesenjangan ekonomi dan meningkatnya angka pengangguran. Oleh sebagian remaja, narkoba dijadikan tempat pelarian dari sumpeknya kehidupan yang makin sulit.

Di sisi lain, gejala ini juga menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap peredaran dan masuknya narkoba di Bima. Padahal daerah Bima, Kota dan Kabupaten, wilayahnya kecil, hanya 222, 25 KM, sehingga gampang diketahui pintu masuknya.

Agar terwujud pengawasan yang efektif dituntut adanya kerjasama yang efektif antara aparat kepolisian dengan Pemkot maupun Pemda Kabupaten Bima. Kuncinya terletak pada jaminan kesejahteraan yang lebih baik bagi semua stake holder yang bertanggungjawab pada pengawasan dan penegakkan hukum.

Beberapa masalah inilah yang menjadikan saya terpanggil untul kembali ke Dana Mbojo karena dengan masalah yang begitu kompleks Bima membutuhkan pemimpin daerah yang peka terhadap terhadap masalah yang dihadapinya.

Pemerintah ibarat mata dan telinga serta manivestasi dari rakyat yang mampu memeperjuangka kesejahteraannya secara merata sesuai amanah konstitusi negara. Karena Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memikirkan jalan keluar serta mampu berbagi pengetahuan dan semangat untuk mendorong perubahan yang nyata.

Peran Mahasiswa didorong untuk pro aktif dan berani menyuarakan dan menegur pemimpin yang keluar dari koridor yang ada karna setiap persolan kerap kali tumbuh dan lahir dari pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Jika mahasiswa pro aktif dan bersikap progresif menegur pemerintah untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah karna kalau bukan kita yang mulai siapalagi. “Mari kita genggam kesejahteraan Bima melalui tangan-tangan mahasiswa asli daerah sendiri"

#Sutarmanjoy #Kosambo #Bima
www.sutarmanjoy.com

RAMADHAN PENUH KEBERKAHAN


Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa karena hari ini kita memasuki awal Ramadhan 1438 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat, dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh orang yang beriman untuk melaksanakan ibadah shaum, sebagaimana firman-Nya dalam QS al-Baqarah [2] ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Di bulan ini pula, Allah SWT menurunkan Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia, dan terutama bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang hidupnya ingin meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah [2] ayat 185: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)."

Pun, di bulan ini, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan diikat serta dirantai setan-setan (sehingga sulit menggoda dan mengganggu orang yang berpuasa). Di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Akan tetapi, barang siapa yang terhalang mendapatkan kebaikan di bulan ini, maka sungguh merugilah ia. (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah).

Disebut dengan bulan penuh berkah karena terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. Allah berjanji akan mengampuni dosa-dosa orang yang bersalah bila mereka segera bertobat dan memohon ampunan Allah. Allah akan mengabulkan segala permohonan, bilamana hamba-hamba-Nya mau meminta dan berdoa kepada Allah. Selain itu, Allah juga akan melipatgandakan nilai ibadah hamba-Nya pada bulan Ramadhan ini. Bahkan, ibadah sunah bernilai wajib pada bulan Ramadhan ini. (HR Ibnu Khuzaimah).

Itulah beberapa keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Dan, kerugianlah bagi orang-orang yang tidak mendapat apa-apa selama bulan Ramadhan. "Berapa banyak orang yang berpuasa, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali hanya sekadar lapar dan haus." (Shahih al-Jami', jilid III/174).

Oleh karena itu, mari kita masuki bulan Ramadhan ini dengan penuh sukacita karena ingin meraih keberkahan dan keutamaan dari Allah SWT. Mari kita bulatkan tekad dan niat untuk melaksanakan ibadah shaum dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. "Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan serta ketulusan, niscaya Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'alaih).

Shaum bagi orang yang beriman bukanlah semata-mata menahan diri untuk tidak makan dan minum pada siang hari. Akan tetapi, lebih jauh dari itu, menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan, tindakan, dan ucapan yang tidak ada manfaatnya sehingga kita akan menjadi orang yang produktif dan aktif dalam menebarkan kebaikan di tengah-tengah kehidupan kita.

Selamat menunaikan ibadah shaum, semoga keberkahan akan terlimpah dan tercurah kepada kita semuanya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Sumber: Prof Dr Nasaruddin Umar

INSPIRASI DARI BADAN USAHA MANDIRI DESA


Keberhasilan BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini, membuat decak kagum sejumlah kalangan dan tidak sedikit para pengusaha dari daerah lain tertarik berkunjung untuk belajar atau study banding. Tulisan ini kami kutip dari laman Badan Usaha Milik Desa Kemendes dengan harapan bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

Berdiri pada Desember 2009, Tirta Mandiri terus menangguk untung. Awalnya Tirta Mandiri mendapat kepercayaan untuk mengelola wahana wisata air Umbul Ponggok, kawasan wisata eks Banyu Mili dan Umbul Besuki. Dari usaha itu, pengelola mengembangkannya dengan menggeluti usaha: pengelolaan air minum, perikanan, jasa konstruksi, simpan pinjam, toko desa dan persewaan gedung.

Pimpinan Tirta Mandiri Joko Winarno menjelaskan, Kami mendapat modal awal sebesar Rp100 juta, tetapi tidak serta merta modal sebesar itu dijadikan modal usaha karena Rp70 juta harus kami relakan untuk membayar lunas utang warga yang terjerat rentenir, Jadi hanya dengan modal yang tersisa Rp30 juta, Tirta Mandiri nekad memulai dan bergerak mengelola air bersih sekitar tujuh tahun silam. "Warga yang ditomboki utangnya di rentenir, mencicilnya ke Tirta Mandiri dengan bunga yang sangat ringan," lanjut Joko.

Semenjak warga terlepas dari cengkaraman rentenir, Semangat warga terus tumbuh, terbukti, dari 700-an keluarga, sudah 210 keluarga yang bergabung. Setiap keluarga berinvestasi hingga Rp5 juta, membuat total penyertaan modal dari masyarakat mencapai Rp1,2 miliar. "Dana itu dikelola untuk pengembangan usaha.

Warga mendapat keuntungan dari pengelolaan unit usaha sebagai pemilik saham, Setiap bulan, warga mendapat bagi hasil sebesar Rp300 ribu per keluarga. "Belum ada yang seperti ini di Indonesia," komentar Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat Jawa Tengah, Joko Mulyono.

Dengan digawangi 67 karyawan, Tirta Mandiri terus berkembang, setidaknya ada 200 tenaga kerja yang sudah terserap. Tahun lalu, Tirta Mandiri mampu membukukan total pendapatan Rp6,4 miliar. Tahun ini, pengurus mematok target pendapatan Rp9,1 miliar.

Wahana wisata Umbul Pongok yang dikelola Tirta Mandiri memberikan kontribusi 80%, senilai Rp5,1 miliar. Lokasi ini dikunjungi 500-600 orang per hari, Kontribusi dari usaha itupun membuat pendapatan asli desa meningkat hingga Rp810 juta pada 2015.

Tirta Mandiri juga memberikan bantuan sosial untuk warga miskin, jompo, yatim piatu, dan bantuan pendidikan untuk mahasiswa asal desa itu senilai Rp300 ribu per bulan. Kini Tirta Mandiri jadi rujukan. Setiap bulan, tidak kurang dari 2.000 pengurus BUMDes wilayah lain yang belajar ke sana.

#Sutarmanjoy #Kosambo #Bima
www.sutarmanjoy.com

PANTANG MUNDUR

Pantang Mundur, Demi terwujudnya Kota bima yang Lebih Baik

#Sutarmanjoy #Kosambo #Bima





AMBILAH HIKMAH DARI SETIAP KESALAHAN ORANG LAIN


Tidak ada orang yang suka berbuat kesalahan. Namun jika anda ingin melewati hidup dengan baik, maka tidak ada jaminan bagi anda untuk tidak melakukan kesalahan. Jika anda dapat belajar dari kesalahan dengan tepat, maka anda akan mendapatkan bahan bakar baru untuk maju kedepan.

Anda harus menyadari bahwa kesalahan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, pelajari bagaimana anda dapat belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

1. Minta Maaf dengan Tulus dan Sungguh-sungguh.
Jika anda telah melakukan kesalahan yang menyakiti/membahayakan orang lain, sangat penting bagi anda untuk segera meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Pastikan bahwa itu adalah betul-betul suatu kecelakaan yang tidak akan terulang. Permintaan maaf yang baik akan mengembalikan tingkat kepercayaan orang tersebut pada anda.

Sebaliknya, jika anda tidak meminta maaf, maka kemungkinan besar orang tersebut akan menyerang anda.

Akan sangat efektif jika anda meminta maaf secara pribadi dibandingkan lewat surat atau email. Namun, begitu anda telah mendapatkan maaf, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama lagi, karena itu adalah suatu kekonyolan dan sangat menjengkelkan. Segera perbaiki tindakan-tindakan anda.

2. Jangan Menjadi Seorang Yang ’Perfectionist’
Jika anda menjalani hidup dengan ketakutan untuk melakukan kesalahan, maka anda akan menghabiskan hidup anda dengan tidak melakukan apa-apa. Bukan masalah jika anda melakukan kesalahan, karena sekali lagi itu adalah bagian penting dari hidup agar anda terus maju. Semakin banyak tanggung jawab yang anda pikul, kemungkinan anda melakukan kesalahan pun semakin sering.

Jika anda selalu ingin merasa semuanya sempurna, selalu ingin menghindari kesalahan-kesalahan sekecil apapun, hal itu lama kelamaan akan membentengi diri anda secara psikologi dan anda menjadi tidak berani dalam mengambil resiko.

3. Jangan Membuang Waktu Dengan Mencari Pembenaran.
Kita manusia mempunyai sifat alami untuk mencari pembenaran atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Ketika kita melakukan kesalahan, rata-rata reaksi pertama kita adalah menyalahkan orang lain.

”Ya, saya telah menabrak mobil di depan saya, tapi itu adalah karena teman saya yang selalu mengajak saya bergosip sehingga konsentrasi saya terpecah” ”Saya tidak dapat menyelesaikan tugas sesuai jadwal karena komputer saya mengalami gangguan”

Perlu anda ketahui, ketika kesalahan telah dibuat, atasan anda sama sekali tidak tertarik dengan pembenaran-pembenaran yang anda buat. Kita mencari pembenaran karena ego kita yang tinggi. Kadang-kadang, hal terbaik yang perlu diucapkan, sangat sederhana : ”Ya, saya telah melakukan kesalahan.”

4. Pahami Mengapa Kesalahan Tersebut Dapat Terjadi.
Kesalahan-kesalahan dapat terjadi karena berbagai macam kesalahan. Untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama dua kali, anda harus memahami akar permasalahannya.

Sebagai contoh, anda seringkali berbicara dengan nada cepat dan marah; sering anda mengeluarkan kata-kata yang kurang baik. Anda harus mencari tahu apa yang menyebabkan anda marah pada saat itu. Mungkin anda merasa sangat lelah atau kepala anda sedang sakit. Jika anda melakukan kesalahan karena anda begitu lelahnya, cobalah untuk tidak tidur sampai larut malam. Jika anda merasa stress, carilah jalan untuk membuat anda relax.

5. Hindari Mengulang Kesalahan Yang Sama.
Anda harus menghindari perasaan bersalah yang terus menerus karena telah berbuat kesalahan, namun pada saat yang sama, anda harus mencari jalan pemecahan dan melakukan tindakan perbaikan. Jika anda mengulang kesalahan yang sama, hal tersebut menunjukkan bahwa anda tidak mengalami suatu kemajuan dan menyebabkan kerugian/penderitaan yang berulang.

Seringkali kesalahan disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Untuk mencegah kesalahan yang sama berulang, anda harus menghapuskan kebiasaan buruk tersebut. Hal ini memang tidak mudah dan membutuhkan usaha ekstra untuk merubah kebiasaan. Bagaimanapun, semakin cepat anda bisa merubah kebiasaan buruk tersebut, semakin cepat anda menghindari melakukan kesalahan yang sama.

6. Kesalahan Adalah Kesempatan Untuk Belajar.
Dari kesalahan-kesalahan yang telah anda buat, tentu saja anda akan semakin berkembang dan bijak. Kesalahan-kesalahan, dalam hubungannya dengan keberanian mengambil resiko, merupakan sesuatu yang krusial untuk kesuksesan anda. Hal yang terpenting adalah melihat kesalahan sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik.

Sumber: Akuinginsukses

JIWA YANG KUAT TIDAK AKAN MELEMAH JIKA DISAKITI


Biasanya, akan sulit bagi kita untuk tetap bersikap baik kepada orang yang telah menyakiti. Yang timbul hanya rasa dendam dan berusaha sesegera mungkin untuk membalas perlakuan menyakitkan yang diterimanya.

Perbuatan membalas dendam bukanlah pilihan baik, Tak peduli berapa dalam sakit yang Anda rasakan, jangan pernah berusaha balas dendam! Mengapa? Karena dengan balas dendam, justru akan menunjukkan diri Anda, sebenarnya sama buruknya dengannya. Perbuatan balas dendam tidak pernah menuntaskan masalah tetapi akan memunculkan masalah baru yang lebih hebat lagi.

Mengutip ucapan Henry J, Tiga hal penting yang perlu diterapkan dalam hidup yaitu; Jadilah orang baik, Jadilah orang baik, dan Jadilah orang baik. "Womanitely melansir tujuh alasan mengapa Anda tidak usah membalas dendam atas perlakuan orang yang telah menyakiti Anda, sebagai berikut :

1. Menunjukkan Anda orang yang baik

Tanpa perlu bersusah payah show off di depan publik, hanya dengan tidak membalas orang yang telah menyakiti, itu membuktikan Anda pribadi yang baik dan cerdas. Orang di sekitar akan menilai Anda sosok cerdas dan kuat yang dapat menghadapi situasi sulit. Tetaplah bersikap baik kepada mereka yang berkali-kali menyakiti hati Anda dan biarkan sikap Anda ini menginspirasi orang lain.

2. Melembutkan sikap 
Alasan lain untuk lebih ramah terhadap orang yang menyakiti Anda adalah karena dapat melunakkan sikap Anda terhadap mereka. Tentu, Anda dapat merespons buruk terhadap mereka, tapi ini hanya akan membuat situasi semakin buruk. Bersikap ramah adalah cara cerdas untuk menanggapi mereka. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi kebencian terhadap mereka. Sebenarnya, kasihan lho orang yang menyakiti Anda karena mereka sengsara akibat hatinya penuh kebencian.

3. Terhindar dari rasa bersalah
Jika Anda bersikap baik kepada orang-orang yang telah menyakiti, Anda tidak akan sengsara karena memendam perasaan bersalah. Berlaku kasar terhadap mereka akan menimbulkan dua hal, sengsara karena mereka telah menyakiti Anda dan Anda merasa bersalah karena bersikap kasar kepada mereka. Cara terbaik untuk menanggapi mereka adalah dengan tersenyum dan bersikap baik.

4. Merasa diri Anda orang baik 
Saat Anda ramah terhadap mereka yang telah menyakiti, Anda akan merasa diri Anda orang baik, sekaligus menyadari bahwa Anda lebih baik daripada orang itu. Ingat, perilaku kasar tidak akan membuat perasaan Anda lebih baik. Beri contoh kepada orang lain dengan bersikap ramah terhadap orang-orang yang telah menyakiti Anda, dan lihatlah semua orang akan menghargai Anda.

5. Bunuh mereka dengan kebaikan Anda 
Rasanya puas jika bisa membalas perlakuan orang yang telah menyakiti. Tapi ada cara yang lebih manjur untuk "membunuh" orang yang pernah menyakiti Anda, yaitu dengan menebar kebaikan dari pada balik menyakiti mereka. Bukan tak mungkin, kebaikan Anda akan membuat mereka mengakui kesalahan dan meminta maaf. Bahkan jika mereka tidak mengakui kesalahan, kebaikan Anda akan membuat mereka "gila" dan mereka akan meninggalkan Anda karena malu. Hindari berkomunikasi dengan mereka. Kelilingi diri Anda dengan orang baik dan positif yang membuat Anda bahagia.

6. Mengubah perilaku kasar mereka terhadap Anda
Bersikap ramah terhadap orang-orang yang telah menyakiti Anda bisa mengubah perilaku kasar mereka terhadap Anda. Kebaikan Anda mungkin membuat mereka menimbang kembali tindakan mereka. Sulit untuk mengubah perilaku seseorang terhadap Anda, tetapi Anda perlu setidaknya mencoba.

7. Anda akan menerima Pujian
Ketika seseorang menyakiti Anda di depan orang lain, bersikap baik kepada mereka tidak akan membuat Anda tampak lemah. Ini akan membuat orang lain mengetahui bahwa Anda adalah pribadi yang baik dan cerdas. Mereka pasti akan melihat ciri kepribadian ini dan mereka akan menghormati Anda, lebih dari sebelumnya. Selain itu, orang yang pernah menyakiti Anda akan melihat kebaikan Anda.

Memang, tidak mudah bersikap baik dan ramah terhadap orang-orang yang pernah menyakiti, butuh kebesaran jiwa dan lapang dada. Ini adalah tugas yang menantang, tapi cobalah untuk tidak menyakiti siapa pun sebagai bentuk balas dendam.

Banyak orang berpikir bahwa kebaikan adalah tanda kelemahan, tapi itu tidak benar. Kahlil Gibran mengatakan, "Kelembutan dan kebaikan bukanlah tanda-tanda kelemahan dan putus asa, tetapi manifestasi dari kekuatan dan resolusi.


Semoga menjadi #Inspirasi dan bermanfaat untuk Anda.

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA