Tampilkan postingan dengan label Creatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creatif. Tampilkan semua postingan

DANA DESA BERBUAH LAPANGAN BERSTANDAR FIFA


SAKTI LODAYA, Sebuah lapangan sepakbola bertaraf internasional, dibangun di atas lahan milik pemerintah desa, di Desa Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan menggunakan anggaran dari dana desa sebesar Rp1,4 miliar. Lapangan seluas 93 x 54 meter tersebut memakai rumput Zoysia matrella yang sengaja didatangkan dari Eropa sesuai standar FIFA.

Rumput Zoysia matrella, dikenal memiliki kualitas tinggi, kerapatan, elastisitas, dan kemampuan menahan beban, pemulihan diri yang cepat, dan perakaran yang sempurna sehingga hal itu bisa mengurangi risiko cedera bagi para pemain.

Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin mengatakan, Selama ini anggaran dari pemerintah daerah hanya cukup untuk perbaikan jalan, irigasi, dan renovasi madrasah. Setelah mendapatkan kucuran dana desa dari pemerintah pusat, Cisayong mampu membangun sarana olahraga yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Menurutnya, Dengan adanya lapangan tersebut akan membawa perubahan positif di masa depan. Masyarakat pun bisa memanfaatkan lapangan itu sebagai tempat rekreasi dan jogging. Kalau untuk main sepakbola, kami sewakan dengan biaya Rp500 ribu per sekali main. "Urusan sewa lapangan, dikelola secara professional oleh Badan usaha milik desa (BUM-Des) Sakti Lodaya." pungkas Yudi.
#EpaperMI #DanaDesa

***

VANISHA AMELIA, CIPTAKAN CAMILA DARI BONGGOL PISANG


VANISHA Amelia dibantu dua rekannya Latifatul Fadhilah dan Niken Ariningtyas melakukan riset bonggol pisang selama kurang lebih dua pekan. Hasil riset yang mereka lakukan, selain mengandung karbohidrat setara nasi, bonggol pisang juga kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan.

Agar bisa diolah menjadi panganan layak konsumsi, bonggol pisang harus diiris tipis terlebih dahulu. Setelah itu, irisan tersebut dicuci bersih dan direndam dalam air kapur.

Perendaman ini untuk menghilangkan getah yang masih menempel pada bonggol pisang. Setelah direndam, irisan bonggol kembali dicuci dan dikukus. Baru, kemudian digoreng dan diberi bumbu sesuai selera. "Ini sudah kami lakukan riset dan dipastikan aman untuk dikonsumsi," imbuhnya.

Camilan yang diberi nama Tera Bonggol Pisang ini diklaim memiliki tekstur yang unik. Meskipun melalui proses penggorengan, namun camilan ini tidak renyah dan tetap mempunyai tekstur kenyal.

Kreasi siswa ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala Sekolah MAN 1 Tulungagung Sugeng Riyadi mendukung penuh setiap riset yang dilakukan siswanya, bahkan akan membantu pengembagan riset tersebut.

"Seperti camilan ini, kami akan membantu untuk bisa dipasarkan, minimal di sekolah sendiri sehingga bisa menjadi tambahan saku bagi siswanya," ujar Sugeng.(OL-5)

Sumber: Media Indonesia
#Inspiratif #Creatif
***

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA