Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

SRI MULYANI MASUK DAFTAR 100 PEREMPUAN BERPENGARUH DUNIA


SRI Mulyani Indrawati, Menteri keuangan Indonesia menempati peringkat ke-78 dalam daftar 100 perempuan berpengaruh di dunia berdasarkan majalah Forbes, namun Sri enggan Menanggapi, Baginya yang terpenting adalah menjalankan kewajibannya dengan fokus dan terus bekerja keras.

Sri memaparkan bahwa, mengelola keuangan negara, sama seperti sebuah kapal yang sedang berlayar menuju suatu tujuan, kita tidak bisa berharap laut itu akan selamanya tenang, terkadang cuaca tidak bersahabat, terjadi gelombang besar, bahkan diterjang tsunami. Pada keadaan seperti itulah pilihan keputusan harus diambil agar semua penumpang selamat dan kapal tetap berlayar menuju tujuan yang telah ditetapkan.

Demikian juga dengan sebuah kebijakan publik. Setiap keputusan ada risikonya karena sangat sensitif dampaknya terhadap masyarakat, namun itu semua harus dilakukan. Kebijakan yang diambil harus mempunyai integritas tinggi agar dipercaya oleh masyarakat. Pemerintah harus mempunyai trust dari masyarakat.

Apabila sudah memiliki trust dan confidence, walaupun terdapat guncangan yang hebat, masyarakat akan tetap percaya dan yakin bahwa guncangan tersebut akan terlewati dengan selamat. “Pemerintah yang dipercaya masyarakat karena mempunyai integritas yang sudah teruji adalah sangat tak terhingga nilainya.”

Fokus kita sekarang adalah bagaimana menggunakan semua instrumen kebijakan fiskal kita untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui sektor konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi dan ekspor. Di lain sisi, kita tetap harus menjaga stabilitas apabila terjadi guncangan ekonomi, pungkasnya. (AB).
#Forbers #Ekonomi #Keuangan
***

PILAH PILIH MENERIMA ENDORSE PROMOSI PRODUK


NATALIE Sarah, 35, mengaku tidak sembarangan menerima tawaran iklan produk kosmetik di media sosialnya, kendati ia merupakan salah satu artis yang laris manis menerima tawaran endorse dari berbagai produk kosmetik. ”Ada beberapa kriteria yang harus ia pertimbangkan sebelum menerima tawaran endorse, antara lain produk tersebut harus terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).” Ucapnya.

Aktris pemilik nama lengkap Natalie Sarah Sianipar itu menegaskan, endorse yang ia terima hanyak yang umum-umun saja, tetapi kalau sudah ditawarin endorse untuk jenis obat injection, ia tidak tidak pernah mau menerimanya, “Enggak pernah, enggak pernah mau,” tegas ibu dua anak ini.

Natali juga mengaku, hanya sebatas membantu promosi saja, tidak ada ikatan, kewajiban maupun keharusan memakai produk yang ia endorse. “Ya sebatas endorse saja, tidak pernah aku pakai, kalaupun ingin aku pakai, dirinya akan konsultasi dulu dengan dokter dan klinik yang sudah menjadi langganannya, untuk memastikan atau menjamin kenyamanan, jika produk itu aku pakai.” Pungkas Natalie. (AB). @abunawars
Foto: Instagram @natalie_sarahs
Post by @abunawars
***

NASKAH KUNO DIGITALISASI

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN) Jakarta bersama Center For The Study Of Manuscript Cultures (CSMC) of the University of Hamburg tengah menjalankan program digitalisasi naskah kuno, Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts In Southeast Asia (Dreamsea).

Program yang akan berlangsung hingga 2022 tersebut ditargetkan untuk menghasilkan sekurang-kurangnya 240 ribu gambar manuskrip/naskah kuno digital yang berasal dari seluruh kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan filolog CSMC, Prof Jan Van Der Putten dalam jumpa pers di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, kemarin.

“Kami sengaja memilih Asia Tenggara karena kawasan ini telah lama dikenal memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Di kawasan ini hidup ribuan etnis dengan latar belakang tradisi yang berbeda-beda termasuk tradisi tulis yang dibuktikan dengan keberadaan banyak naskah kuno baik yang disimpan di berbagai lembaga maupun yang masih terserak di tangan masyarakat,” kata Putten.

Namun, menurut dia, kekayaan itu tidak diimbangi dengan pengetahuan untuk merawat sehingga berpotensi hilang. “Ini yang tidak kita inginkan, karena tidak terawat lalu punah begitu saja dan hilanglah kekayaan budaya yang sangat beragam itu.”

Dreamsea, kata dia, juga bertujuan menjadikan manuskrip-manuskrip lebih mudah diakses untuk keperluan yang lebih luas dengan membangun sebuah repositori berbasis digital, Database Of Southeast Asian Manuscript.

“Repositori ini akan berfungsi memudahkan para peneliti untuk mendapatkan data-data terkait keragaman manuskrip Asia Tenggara sekaligus melakukan perawatan teks-teks manuskrip melalui kajian-kajian akademik dan populer,” lanjutnya.

Principal Investigator dari PPIM UIN Jakarta, Oman Fathurahman, menambahkan program Dreamsea dimaksudkan untuk melestarikan naskah kuno yang menggambarkan keragaman budaya Asia Tenggara. Semua naskah kuno yang terancam punah di kawasan itu akan dialihmediakan menjadi naskah kuno digital. (Ths/H-3) - MI.


SEKILAS BIOGRAFI IR. H. SUTARMAN H. MASRUN, MM.




Ir. H. Sutarman H. Masrun MM, Lahir di Kota Bima, 4 April 1966, Sutarman kecil yang akrab disapa dengan Sutarman Joy oleh teman-teman semasa kecilnya, mengenyam pendidikan dasar di SDN 6 Raba Penatoi, kemudian melanjutkan sekolah menengah di SMPN 1 dan SMAN 1 Bima, hingga menempuh pendidikan tinggi di UPN Veteran Jogkarta, dimana Sutarman muda mendalami Ilmu Geologi (Ilmu tentang bumi/Tanah) dan kini menyandang gelar Insinyur (Ir).

Dibangku kuliyah Sutarman terbilang cukup cerdas, terbukti dipilih menjadiKetua BPM dan Senat Fakultas Geologi UPN. Pengalaman berorganisasi di kampus ini kelak berlanjut di kehidupan masyarakat, dimana Sutarman aktif menjadi Aggota Dewan Pengurus ORARI Pusat, dan Ketua Divisi Hubungan antar Lembaga Yayasan OBOR Nusantara.

Salah satu kiprahnya yang paling membanggakan, ketika Sutarman mendirikan Kosambo (Komunitas Salaja Mbojo), sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pemberdayaan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Kota Bima. Bersama kawan-kawan semasa kecil di Bima, Sutarman aktif menggerakkan aktifitas Kosambo yang berdiri pada awal tahun 2012 dan kini berbasis di Doro To’i Mande Kota Bima.

Selepas wisuda sarjana di UPN Yogyakarta, Sutarman meniti karir sesuai bidang ilmunya sebagai konsultan pembangunan industri energi. Berbekal pengetahuan dan pengalaman kerjanya yang mumpuni, Sutarman memasuki dunia usaha di bidang pertambangan batu bara, hingga berhasil menduduki jabatan direktur 3 perusahaan batu bara, yaitu Direktur PT. Inti Bara Perdana, Coal Mining Bengkulu, dan Direktur PT. Barito Energi Mandiri serta PT Coalindo Utama-coal Mining, Bartim-Kalimantan Tengah. Dengan kapasitas dan integritasnya, Sutarman dipercaya menjadi Sekjen Asosiasi Pertambangan Batu Bara Sumatera Selatan, disamping menjadi penasehat Asosiasi Pertambangan Batu Bara Bengkulu.

Kesibukan yang sebagian besar dilakukan di luar Daerah Bima, tidak serta merta melupakan tanah kelahiran (Dana Mbojo), Sutarman selalu memantau perkembangan yang terjadi di Bima. Sutarman pun berusaha mengorbitkan pemuda-pemudi berbakat asal Daerah Bima untuk berkompetisi di ajang D’Academy Indosiar Jakarta dan beberapa diantaranya telah berhasil menjadi bintang.

Banyak Ide-ide maupun gagasan yang ingin Ia terapkan di Kota Bima, itu berdasarkan pengalamannya melakukan study banding diberbagai daerah seluruh Indonesia, Sutarman pun bercermin dari berbagai bencana yang menimpa Kota Bima belum lama ini, menguatkan keyakinannya bahwa inilah saat yang paling tepat dan merasa akan bermanfaat bagi masyarakat di tanah kelahiran, hingga dengan kebulatan tekad, mengikrar diri “Hijrah untuk Bima yang lebih Baik” pungkasnya. (AB). 

Penulis: abunawarbima@gmail.com


MENGGAPAI MIMPI


Orang tua mana yang tidak bahagia dan bangga melihat jenjang pendidikan anaknya memenuhi kriteria sesuai dengan keinginan maupun harapan orang tua, namun tidak dipungkiri, masih banyak orang tua yang cenderung memaksakan kehendaknya pada anak-anak mereka.

Memang tidaklah salah, jika setiap orang tua selalu berharap dan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya, akan tetapi jadilah orang tua yang bijak yang hanya mengarahkan, bukan memaksakan. Jika dipaksakan, justru sang anak akan terbelenggu dalam pilihan orang tua sendiri, padahal, setiap anak berhak menentukan arah dan tujuan kehidupannya sendiri.

Hal itulah yang mendasari pemikiran Imran Said, maka buah kesabarannya dalam membimbing, mendidik dengan kedisiplinan tinggi berbuah manis, anak semata wayangnya, Reza berhasil dilantik menjadi Taruna Akpol angkatan 2017 di Semarang (02/11/2017), Reza mampu menunjukan jati dirinya ditengah persaingan yang sangat ketat dengan ribuan pemuda-pemudi seluruh Indonesia lainnya dalam seleksi masuk Taruna Akpol tersebut.

Imran, Alumni SMAN1 Bima ini mengakui bahwa, Dulu Ia pernah bercita cita ingin menjadi Taruna AKABRI, dua kali Ia mencoba mengikuti seleksi namun dua duanya gagal total. Rupanya keinginannya tersebut terjawab melalui putra kesayangannya Reza, Alkhandulillah Tuhan memenuhi cita-cita saya melalui Reza, tegasnya.

Dirinya, lanjut Alumni FE Universitas Mataram ini, sama sekali tidak memaksakan agar anaknya masuk Taruna ABRI, namun dalam hatinya yang paling dalam, jujur mengakui selalu berharap dan berdo’a agar cita-citanya yang gagal dulu itu akan berhasil melalui putranya dan ia sangat memahami bahwa untuk menjadi Taruna Akpol bukan hal mudah, itulah sebabnya, dari awal ia sudah mengembleng anaknya dengan kedisiplinan tinggi. “Orang tua harus memahami kemana arah, minat dan bakat anak-anaknya untuk dibimbing atau diarahkan dengan benar, jelasnya

Pada kesempatan yang sama Reza mengakui, Pada mulanya tidak pernah terlintas di benaknya untuk masuk Taruna Akpol, ia justru bercita-cita ingin menjadi dokter dan pilot, tetapi mungkin ini sudah kehendak Tuhan dan saya merasa bangga, cita-cita lama yang terpendam pada ayahnya, berhasil melalui dirinya.

Lebih lanjut Reza mengatakan, Dukungan orang tua, keluarga, guru dan sahabat-sahabat dekatnya memicu semangat Reza untuk bisa masuk Tauna Akpol. Reza sadar dan sangat menyadari bahwa peraturan yang sangat ketat dan disiplin tinggi menjadi Taruna Akpol adalah tantangan berat tetapi ia merasa optimis dan akan mampu melewatinya, Do’akan saya ya Om dan titip salam buat semua-semua, pungkas Reza (AB). 

Penulis: Abunawar Bima

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK KE ARTIKEL LAINNYA